Enter your keyword

Kamis, 06 Juli 2017

Bawang Putih Dulu Primadona Desa Kami

By On 08.31
Bawang Putih Dulu Primadona Desa Kami
Abdul Jafar Setiawan (Petani Bawang Putih di Tegal, Jateng)

Era kejayaan bawang putih di Indonesia meredup seiring masuknya bawang putih dari luar negeri. Saat itu, pada 1980–1995, bawang putih sempat menjadi komoditas primadona di Desa Tuwel, Kec. Bojong, Kab. Tegal, Jateng.

Perkembangannya sangat luar biasa. Sampai-sampai dalam setahun petani membudidayakan sebanyak tiga kali. Luasan lahan produksinya mencapai 1.000 ha setiap tahun. Sebelumnya, petani hanya sekali menanam dalam setahun dengan luasan lahan sekitar 300 ha.]

Bahkan, petani melaksanakan kegiatan sosial keagamaan dengan dana dari hasil penjualan bawang putih, yaitu arisan haji. Arisan ini dilakukan kelompok tani dengan cara menyetor sebanyak 100 kg bawang putih setiap panen. Hasil penjualan tersebut digunakan untuk memberangkatkan dua petani pergi haji. Tak hanya itu, mesjid di Desa Tuwel juga dibangun dari hasil swadaya murni petani bawang putih dengan anggaran mencapai Rp1,5 miliar.

Sekarang petani kurang tertarik menanam bawang putih lagi. Kalaupun ada, hanya beberapa petani. Lahan tanamnya pun berangsur menciut dari 300 ha menjadi hanya 60 ha. Ditambah lagi, saat musim hujan luas areal produksinya pun semakin berkurang.

Jika dulu petani demikian bersemangat sampai tiga kali menanam dalam setahun, sekarang sekali setahun. Bergantian dengan tanaman hortikultura lainya seperti tomat dan wortel. Rata-rata petani bisa menghasilkan 8,5 ton bawang putih setiap hektar. Jika musim hujan tiba, produksi ikut menurun hingga 50%.

Ketidaktertarikan petani juga disebabkan harga bawang putih yang biasanya mencapai Rp17 ribu/kg akan turun drastis di bawah biaya produksi Rp10 ribu/kg saat masuk bawang putih impor masuk.
Bawang putih dari Desa Tuwel tidak mampu bersaing dengan bawang putih impor dari India dan China yang harganya  jauh lebih murah.  Apalagi, bawang putih impor begitu gencar memasuki pasar Indonesia. Yang lebih mengherankan, masuknya bawang putih impor justru saat panen raya berlangsung.  Tentu ini berbeda dengan era Presiden Soeharto yang mampu mengendalikan masuknya bawang impor.

Sebenarnya petani tidak meminta apa-apa dari pemerintah. Cukup harga saja yang lebih stabil dan tidak merugikan petani. Juga agar pemerintah tidak memasukkan bawang putih impor saat panen raya. Dalam pengembangan bawang putih pun selayaknya pemerintah bisa memberikan bantuan sarana untuk masa pratanam seperti traktor tangan, masa pascapanen seperti gudang, pengemasan, serta benih yang bermutu kepada petani. Bantuan pemerintah kepada petani bawang putih persentasenya hanya 30%, selebihnya adalah swadaya petani.

Sumber: Majalah Agrina

Eksotisnya Curug Luhur Desa Tuwel

By On 08.22
Jika kita menelusuri aliran Kali Gunung, dari hulu hingga ke hilir, banyak hal yang bisa kita temukan, salah satunya adalah adanya air terjun atau biasa juga disebut curug. Kali ini kita akan membahas keindahan dari Curug Luhur. Salah satu curug tertinggi disepanjang aliran Kali Gung.

Curug Luhur berada di antara daerah Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa dan Desa Tuwel, Kecamatan Bojong (Dukuh Kopigandu) dan semuanya berada di Kabupaten Tegal ini memiliki ketinggian sekitar 25 meter-an. Jika ditarik dari permukaan laut, Curug Luhur berada di ketinggian 1000mdpl. Karena posisinya yang berada di pegunungan, hawa sejuk akan langsung terasa di tempat ini.

Air terjun ini sangat indah, curug ini seakan berada di sebuah mangkuk kolam yang luas yang airnya hanya semata kaki orang dewasa dengan airnya yang jernih. Sehingga kita bisa langsung melihat batu-batuan kecil di bawahnya. Pada tebing-tebingnya ditumbuhi lumut, pohon yang merambat, dan akar-akar pohon yang menyebul dari balik tebing.

Untuk menuju tempat ini memiliki dua buah jalur, yaitu jalur Sokasari (start Pasar Bumijawa) dan Dukuhgandu (start Pertigaan Tuwel). Namun bagi pemula, disarankan melewati jalur yang kedua. Dari Pertigaan Tuwel kita ambil kanan arah Bumijawa. Sampai di SMAN 1 Bojong, ambil kanan lalu masuk Dukuh Kopigandu. Dari sana kita bisa langsung tracking menuju lokasi dan akan melewati jalan setapak dan sawah-sawah. Jalur ini tidak se-ekstrim jalur Sokasari dan jaraknya pun lebih dekat.

Sumber: Wisata Tegal

Bersama Eks Gitaris GIGI, SHE dan Ki Enthus, Kapolres Tegal Sampaikan Pesan Kamtibmas ke Santri

By On 08.15
Tribratanews.com – Kepala Kepolisian Resor Tegal, Ajun Komisaris Besar Polisi R. H. Wibowo, SIK bersama Artis Ibukota berkunjung ke Pondok pesantern di Tuwel. Baron, mantan gitaris group musik GIGI dan Mely, mantan personil SHE hadir dalam rangkaian acara “Sehari bersama Coklat.”

Kunjungan dilakukan di pondok pesantren Nurul Hikmah yang terletak di Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Minggu sore, 20 september 2015.

Kapolres Tegal selama ini memang dikenal dekat dengan tokoh agama di wilayahnya. Para tokoh agama, pendeta dan Kiyai sudah tak asing dengan  Kapolres Tegal. Berbincang seolah sahabat lama yang jarang bertemu terjalin dengan suasana kunjungan tersebut.

Para santri cukup kaget dengan kedatangan artis ibu kota itu. Tentu saja, mereka tidak menyiakan kesempatan berjabat tanganpun.

Ponpes Nurul Hikmah yang diasuh oleh KH. M. Ircham dengan santri berjumlah 200 itu ramai. Pada beberapa kesempatan  Kapolres Tegal memberikan bantuan dari berupa sarana dan prasarana, berupa meja kursi serta buku bacaan untuk perspustakaan Tiga Surau sebagai pelengkap ilmu.

Hadir dalam kunjungan tersebut, Bupati Tegal, yang populer sebagai dalang Ki Enthus Susmono. Suasana makin berbeda. Menjadikan lengkap kegembiraan. Suasana makin heboh dan ceria. Kepada para santri, Kapolres Tegal memberikan pesan kamtibmas yang cukup sederhana. Yaitu agar menjaga persatuan dan kesatuan serta santri menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. (Humas Polres Tegal)

Sumber: TribataNews

Bank Sampah Nurul Hikmah Desa Tuwel Makin Eksis

By On 07.59
RADARDESA - Sampah sudah bukan lagi menjadi masalah orang perorang tetapi sudah menjadi permasalahan yang mendunia, hampir dimana mana kita temui permasalahan akibat sampah,bisa di katakan masalah sampah adalah masalah nomor satu di dunia.


Namun di Desa Tuwel kecamatan Bojong kabupaten Tegal Jawa Tengah permasalahan ini justru menjadi menguntungkan dan dapat menambah perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.
Ibu Humairoh warga DesaTuwel kecamatan Bojong kab.Tegal dengan kegigihannya berupaya mengajak kaum ibu di wilayahnya untuk berbuat sesuatu dengan sampah,alhasil hingga saat ini terbentuk Bank Sampah dengan nama "Nurul Hikmah" dengan pelindung Dra. Hj Umi Azizah (wakil Bupati Tegal), ketua Hj Khurun Aini S.Ag dan Ketua II Hj. Maya Kholidah.

Beliau ( ibu Humairoh) saat di konfirmasi menerangkan, “Awal pembentukan bank sampah ini sangat sulit,rasa gengsi dan malu selalu membayangi kaum ibu,sengaja saya mengajak kaum ibu selain mereka punya banyak waktu dan ini menjadi celengan bagi mereka, sebab hasil dari barang yang mereka serahkan di ambil nanti saat hari raya.setiap harinya para ibu ibu menyerahkan barang barang bekas antara lain botol aqua,kaleng bekas dll,sementara bagi mereka yang tidak sempat menyerahkan kami juga menyediakan tenaga untuk mengambil dengan di bantu pemuda pemuda yang tergabung dalam Komunitas Tiga Surau”.

Suka duka yang dialami memang banyak namun tidak membuat semangat ibu Humairoh tertunda atau mundur  selangkah pun tetapi justru menjadi motivasi dan penyemangat untuk tetap beraktifitas.dalam hal ini beliau (ibu Humairoh) menambahkan selain bank sampah ibu ibu di wilayahnya juga mencoba membuat pupuk kompos dengan alat alat sederahana agar sampah yang yang menumpuk bisa di hasilkan dan bermanfaat.

Beliau juga berharap agar nantinya setiap RT (Rukun Tetangga) dapat membuat bank sampah, jadi di tiap-tiap RT nantinya ada bank sampah.hingga saat ini bank sampah binaannya sudah beranggotakan 180 orang yang kesemuanya rata rata kaum ibu, prestasi yang luar biasa tak hanya itu beliau (ibu Humairoh) sering mendapat kunjungan dari berbagai daerah dan kebanyakan dari mereka ingin belajar serta akan menerapkan di wilayahnya.

Sumber: Radar Desa

Senin, 03 Juli 2017

Geliat Kegiatan Warga Desa Tuwel

By On 04.27
Letak geografis desa Tuwel mempengaruhi warganya, khususnya jenis mata pencaharian dan kegiatan sehari-harinya. Berikut ini beberapa gambar geliat warga desa Tuwel dengan berbagai aktivitas rutinnya.


















Artikel