Enter your keyword

Tampilkan postingan dengan label Tuwel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuwel. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juli 2017

Aktivitas Gunung Slamet Kembali Tenang, Warga Bersyukur

By On 08.49
Solopos.com, BANYUMAS – Warga sekitar Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, bersyukur karena aktivitas gunung itu menurun sehingga kembali tenang.

“Dengan menurunnya aktivitas Gunung Slamet, masyarakat saat ini semakin tenang,” kata Kepala Dusun IV Wasirun, di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Selasa (16/9/2014).

Menurut dia, kondisi Gunung Slamet saat ini jauh berbeda dengan beberapa waktu sebelumnya terutama pada hari Rabu (10/9/2014) hingga Jumat (12/9/2014).

Saat itu, kata dia, aktivitas Gunung Slamet sangat tinggi sehingga terus-menerus mengeluarkan sinar api yang disertai lava pijar dan terdengar suara dentuman kuat.

Akan tetapi sekarang, lanjut dia, suara dentuman tidak lagi terdengar dan sinar api maupun lontaran lava pijar tidak terlihat.

“Tidak kelihatan, saya kemarin (Senin, red.) menunggu sampai malam, tapi tidak terlihat sinar api maupun mendengar suara dentuman. Mudahan-mudahan Gunung Slamet bener-bener anteng,” katanya seperti dikutip Antara.

Ia mengharapkan Gunung Slamet yang saat ini berstatus “Siaga” dapat segera turun menjadi “Waspada” dan selanjutnya kembali menjadi “Normal”.

Situasi yang sama juga dirasakan warga Dusun Gunungmalang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga.

“Alhamdulillah trauma warga Gunungmalang sudah hilang. Saat ini, warga sudah beraktivitas seperti biasa walaupun belum normal 100 persen,” kata Kepala Desa Serang Sugito.

Meskipun aktivitas Gunung Slamet cenderung menurun, dia mengatakan bahwa warga Dusun Gunungmalang tetap siap siaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
Menurut dia, tidak menutup kemungkinan penurunan aktivitas Gunung Slamet itu hanya sesaat dan selanjutnya meningkat kembali.

Sumber: SoloPos

Guci & Tuwel Diguyur Abu Vulkanik Gunung Slamet

By On 08.39
Sindonews.com - Sejumlah desa di kaki Gunung Slamet diguyur hujan abu vulkanik. Terdiri dari Desa Guci, dan Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Desa itu berjarak sekitar tujuh hingga delapan kilometer dari puncak Gunung Slamet.

Berdasarkan pantauan langsung, abu terlihat menempel di pakaian dan kendaraan milik warga. Abu vulkanik mulai turun usai erupsi Gunung Slamet hari ini yang memuntahkan asap hingga setinggi 2.000 meter.

"Abu vulkanik terlihat turun sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Meski tak terlalu tebal, abu terlihat jelas menempel di kaca rumah, pakaian, dan kendaraan milik warga," ujar Camat Bojong Muhtadi, kepada Sindonews, Rabu (19/3/2014).

Kendati begitu, dia mengaku, guyuran hujan abu vulkanik yang terjadi hari ini belum mengganggu aktivitas warga dalam bekerja, dan menjalankan rutinitas sekolah. "Belum sampai mengganggu aktivitas warga," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, hari ini Gunung Slamet menyemburkan asap setinggi 2.000 meter. Letusan itu menyemburkan material abu vulkanik berwarna hitam kelabu.

Berdasarkan pengamatan di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, letusan asap cukup kuat, terjadi sekira pukul 08.47 WIB.

"Satu kali letusan terpantau cukup kuat. Material abunya terbawa ke arah barat laut," kata petugas Pos Pengamatan Gambuhan Sukedi.

Sumber: SindoNews

Senin, 03 Juli 2017

Geliat Kegiatan Warga Desa Tuwel

By On 04.27
Letak geografis desa Tuwel mempengaruhi warganya, khususnya jenis mata pencaharian dan kegiatan sehari-harinya. Berikut ini beberapa gambar geliat warga desa Tuwel dengan berbagai aktivitas rutinnya.


















Sabtu, 16 Agustus 2014

Kemeriahan Karnaval HUT RI di Desa Tuwel Kabupaten Tegal

By On 16.35
Tegal, targetabloid.co.id - Kemeriahan menyambut HUT RI yang akan jatuh pada esok hari (17/8/2014), sudah semakin terasa hingga kepelosok desa. Salah satunya di desa Tuwel Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal. Di desa Tuwel kemeriahan menyambut HUT RI dimulai dengan mengadakan Karnaval yang diikuti oleh sebagian warga desa.


Seluruh peserta karnaval berjalan menelusuri jalan-jalan yang ada di desa Tuwel. Peserta karnaval hampir di dominasi oleh anak-anak yang menggunakan kostum profesi yang ada di masyarakat, mulai dari polisi, hansip, suster dan profesi lainnya. Selain itu karnaval juag di isi dengan parade mobil hiasan yang mengiringi jalannya karnaval ini.

Menurut Syohidin panitia karnaval dari desa Bojong menuturkan kegiatan karnaval dimulai hari ini agar esok harinya warga towel bisa mengikuti karnaval di Kecamatan Bojong.

"Besok kami akan mengikuti karnaval yang lebih besar di Kecamatan Bojong, setiap desa diwajibkan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti karnaval sehingga sekarang kami memulai karnaval tingkat desa hari ini,” Kata Syohidin (16/8/2014).

“Setelah karnaval dilanjutkan dnegan acara syukuran yang diadakan di setiap dusun pada malam harinya, kemudian esok harinya setelah karnaval tingkat kecamatan dilanjutkan dengan perlombaan dan pucang. Setelah itu pada malam harinya akan diadakan malam kesenian dan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba.” Tambah Syohidin.

Akibat adanya karnaval ini jalan-jalan di desa Tuwel menjadi macet. Kendaraan yang akan menuju objek wisata guci maupun kendaraan dari objek wisata guci harus sabar menunggu parade karnval yang cukup pelan. (Red/DEE)

Sumber: TargeTabloid

Artikel